Minggu, 19 Februari 2012

PSS vs Rembang


TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hasil imbang 0-0 di Stadion Maguwoharjo melawan PSIR Rembang pada putaran pertama lalu membuat PSS Sleman menjadikan laga kedua sebagai ajang balas dendam. Pelatih Laskar Super Elja, Widyantoro pun mencanangkan poin penuh saat bertading di Stadion Krida, Rembang, Minggu (29/4) mendatang.

"Kami tidak hanya ingin mencuri poin di Rembang nanti, tapi akan meraih tiga poin. Kami akan bekerja keras untuk itu. Apalagi dulu di pertandingan pertama kami hanya dapat satu poin di Maguwo," katanya kepada Tribun Jogja, menjelang keberangkatan tim ke Rembang, Jumat (27/4/2012).

Pelatih yang kerap disapa Wiwid itu mngakui bahwa pada pertandingan pertama lalu, anak asuhnya tidak mampu bermain maksimal. Hasilnya, peluang demi peluang gagal berubah menjadi gol hingga akhir pertandingan, meski tim unggul mutlak dalam penguasaan bola.

Pria kelahiran Magelang itu berujar akan belajar dari kesalahan tim yang dilakukan pada laga di putaran pertama lalu. Untuk itu ia telah memperbaiki kelemahan utama, yakni finishing touch pemain depannya.

"Selain tentang memanfaatkan peluang di depan gawang lawan, kami juga telah mengetahui kelemahan yang dimiliki PSIR dari pertandingan pertama lalu. Makanya kami optimistis bisa bermain lebih baik dan menang di pertandingan nanti," jelasnya.

Bercermin dari laga pertama lalu, Anang Hadi dan kawan-kawan memang diakuinya masih kesulitan dalam menembus pertahanan anak didik Haryanto. Untuk itu ia telah mempersiapkan skema khusus untuk menghadapi Tim Dampo Awang, julukan PSIR Rembang.

Wiwid telah lama mencoba menjajal pola baru khusus untuk laga away di Rembang nanti. Meski menjadi tim tamu, ia tak ingin menerapkan strategi bertahan menghadapi tuan rumah. Ia bahkan ingin anak asuhnya menekan sejak awal pertandingan.

"Kami sudah memantapkan skeman 3-4-3 khusus untuk menghadapi PSIR nanti. Dulu kami kesulitan dengan pola baku 4-4-2 saat bermain di Maguwo. Jadi nanti kami harap pola 3-4-3 akan mampu menjebol pertahanan tuan rumah," jelasnya.

Namun Wiwid tetap memikirkan pertahanan tim dengan meminta anak asuhnya menerpakan bola lama 4-4-2, saat pola 3-4-3 sudah berjalan dengan mulus. Pasalnya, anak-anak Sleman telah terbiasa dengan pola 4-4-2 dengan bek sejajar.

Meski menyatakan bahwa anak asuhnya dalam keadaan prima, Wiwid harus meninggalkan dua pemain, yakni Marwan Muhammad dan Adrian Samsul karena akumulasi kartu dan cedera. Namun ia masih memiliki pemain pelapis yang menggenapi kuota 18 pemain yang dibawa ke Rembang. (TRIBUNJOGJA.COM

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...