TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hasil imbang 0-0 di Stadion
Maguwoharjo melawan PSIR Rembang pada putaran pertama lalu membuat PSS
Sleman menjadikan laga kedua sebagai ajang balas dendam. Pelatih Laskar
Super Elja, Widyantoro pun mencanangkan poin penuh saat bertading di
Stadion Krida, Rembang, Minggu (29/4) mendatang.
"Kami tidak
hanya ingin mencuri poin di Rembang nanti, tapi akan meraih tiga poin.
Kami akan bekerja keras untuk itu. Apalagi dulu di pertandingan pertama
kami hanya dapat satu poin di Maguwo," katanya kepada Tribun Jogja,
menjelang keberangkatan tim ke Rembang, Jumat (27/4/2012).
Pelatih
yang kerap disapa Wiwid itu mngakui bahwa pada pertandingan pertama
lalu, anak asuhnya tidak mampu bermain maksimal. Hasilnya, peluang demi
peluang gagal berubah menjadi gol hingga akhir pertandingan, meski tim
unggul mutlak dalam penguasaan bola.
Pria kelahiran Magelang itu
berujar akan belajar dari kesalahan tim yang dilakukan pada laga di
putaran pertama lalu. Untuk itu ia telah memperbaiki kelemahan utama,
yakni finishing touch pemain depannya.
"Selain tentang
memanfaatkan peluang di depan gawang lawan, kami juga telah mengetahui
kelemahan yang dimiliki PSIR dari pertandingan pertama lalu. Makanya
kami optimistis bisa bermain lebih baik dan menang di pertandingan
nanti," jelasnya.
Bercermin dari laga pertama lalu, Anang Hadi
dan kawan-kawan memang diakuinya masih kesulitan dalam menembus
pertahanan anak didik Haryanto. Untuk itu ia telah mempersiapkan skema
khusus untuk menghadapi Tim Dampo Awang, julukan PSIR Rembang.
Wiwid
telah lama mencoba menjajal pola baru khusus untuk laga away di Rembang
nanti. Meski menjadi tim tamu, ia tak ingin menerapkan strategi
bertahan menghadapi tuan rumah. Ia bahkan ingin anak asuhnya menekan
sejak awal pertandingan.
"Kami sudah memantapkan skeman 3-4-3
khusus untuk menghadapi PSIR nanti. Dulu kami kesulitan dengan pola baku
4-4-2 saat bermain di Maguwo. Jadi nanti kami harap pola 3-4-3 akan
mampu menjebol pertahanan tuan rumah," jelasnya.
Namun Wiwid
tetap memikirkan pertahanan tim dengan meminta anak asuhnya menerpakan
bola lama 4-4-2, saat pola 3-4-3 sudah berjalan dengan mulus. Pasalnya,
anak-anak Sleman telah terbiasa dengan pola 4-4-2 dengan bek sejajar.
Meski
menyatakan bahwa anak asuhnya dalam keadaan prima, Wiwid harus
meninggalkan dua pemain, yakni Marwan Muhammad dan Adrian Samsul karena
akumulasi kartu dan cedera. Namun ia masih memiliki pemain pelapis yang
menggenapi kuota 18 pemain yang dibawa ke Rembang. (TRIBUNJOGJA.COM